
Dalam sebuah ruangan sederhana, lima anak berdiri rapi sambil memegang bingkisan berwarna cerah.
Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang memandang lurus penuh harap,
dan ada yang memeluk hadiah itu erat-erat seakan takut terlepas.
Di balik ekspresi polos itu, tersimpan cerita yang tidak pernah mereka minta:
mereka tumbuh tanpa ayah atau ibu yang dulu selalu menggandeng tangan kecil mereka.

Namun hari itu, mereka merasa tidak sendirian.
Ada keluarga besar bernama Insan Charity yang datang mengusap hati mereka
dengan perhatian dan santunan yang tulus.
Pada hari lain, puluhan anak berkumpul di depan backdrop bertuliskan “Ramadhan Berbagi”.
Tas hadiah kuning berjejer rapi di depan mereka.
Wajah-wajah mungil itu tampak berseri—bahkan ada yang memegang bunga,
ada yang mengangkat amplop dengan bangga,
dan ada yang memeluk boneka hadiah seolah menemukan teman baru.

Di foto itu, anak-anak yatim terlihat seperti merayakan momen kecil yang jarang mereka dapatkan:
waktu ketika mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai.
Senyum mereka adalah bukti bahwa kebaikan tidak harus besar,
cukup tulus dan sampai tepat sasaran.
Dan inilah gambar yang paling menggugah hati:
sebuah masjid di Baleendah terisi penuh oleh anak-anak—
lebih dari seratus dua puluh yatim dan dhuafa duduk bersila, menunggu giliran menerima santunan.

Suasana hangat menyelimuti ruangan.
Ada yang duduk berdekatan dengan saudaranya,
ada yang memegang mushaf kecil sambil menunggu,
ada yang menatap relawan yang sedang berbicara,
dan ada pula yang memeluk dirinya sendiri seolah menahan rindu yang tidak lagi bisa disampaikan.
Ratusan anak itu datang membawa cerita berbeda,
namun satu hal menyatukan mereka:
harapan untuk tetap bertahan dan terus melangkah meski tanpa orang tua di sisi.
“Aku dan orang yang menyantuni anak yatim seperti ini di surga.”
(Rasulullah ﷺ sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengah)
— HR. Bukhari
Senyum di foto itu bukan sekadar bahagia—
itu adalah doa untukmu yang telah mengulurkan tangan.
Ketika satu anak yatim tersenyum,
langit pun menjadi saksi bahwa kebaikan masih hidup.
Klik “Sedekah Sekarang” — Jadilah alasan mereka tersenyum lagi.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik